Langit Zhuque , bulan sabit menggantung lesu. Di kota Shanghai yang gemerlap tahun 2023, seorang wanita muda bernama Li Wei termenung di ba...

Cinta Yang Kubayar Dengan Luka Cinta Yang Kubayar Dengan Luka

Cinta Yang Kubayar Dengan Luka

Cinta Yang Kubayar Dengan Luka

Langit Zhuque, bulan sabit menggantung lesu. Di kota Shanghai yang gemerlap tahun 2023, seorang wanita muda bernama Li Wei termenung di balkon apartemennya. Hatinya terasa kosong, namun dipenuhi ingatan yang bukan miliknya. Kilasan-kilasan kehidupan seorang putri dari Dinasti Ming berputar di benaknya. Putri itu, Xiao Yun, cantik jelita namun tragis.

Li Wei tidak mengerti. Mengapa dia bermimpi tentang Xiao Yun? Mengapa dia merasakan luka yang begitu dalam?

Malam demi malam, ingatan itu semakin jelas. Xiao Yun, putri kesayangan kaisar, jatuh cinta pada Jenderal Zhao, seorang pahlawan perang yang gagah berani. Cinta mereka diwarnai janji, pengorbanan, dan...pengkhianatan. Jenderal Zhao, demi ambisi dan kekuasaan, menikahi putri dari kerajaan musuh, meninggalkan Xiao Yun dengan hati hancur dan nyawa yang melayang akibat racun.

Li Wei menggenggam erat liontin giok yang selalu dipakainya. Liontin itu... identik dengan milik Xiao Yun. Mungkinkah...?

Lalu, dia bertemu dengannya. Zhou Zhao, seorang pengusaha muda yang sedang naik daun, sangat tampan dan karismatik. Namun, mata Li Wei melihat sesuatu yang asing namun familiar di balik senyumnya. Dia melihat Jenderal Zhao, ambisius dan tanpa ampun.

Setiap interaksi dengan Zhou Zhao membangkitkan ingatan yang semakin menyakitkan. Saat makan malam romantis, Li Wei teringat janji-janji manis Jenderal Zhao di bawah pohon sakura di Istana Ming. Saat Zhou Zhao memeluknya, Li Wei merasakan tusukan luka lama yang berdarah kembali.

Misteri itu perlahan terkuak. Zhou Zhao adalah reinkarnasi Jenderal Zhao. Dan Li Wei? Tentu saja, dia adalah Xiao Yun.

Namun, ini bukan Dinasti Ming. Ini adalah Shanghai abad ke-21. Balas dendam bukanlah menikam dengan belati atau meracuni dengan jamur mematikan. Balas dendamnya jauh lebih halus, lebih menyakitkan.

Zhou Zhao berencana mengambil alih perusahaan keluarga Li Wei. Dia mendekati Li Wei untuk mendapatkan kepercayaan dan akses ke informasi rahasia. Dia pikir, seperti Jenderal Zhao yang dulu, dia bisa memanipulasi Li Wei demi ambisinya.

Dia SALAH BESAR!

Li Wei, dengan ingatan Xiao Yun yang membimbingnya, bermain dengan sangat lihai. Dia berpura-pura jatuh cinta pada Zhou Zhao, memberinya informasi yang sengaja salah, dan membimbingnya ke dalam jebakan yang telah dia siapkan.

Pada malam penentuan, Zhou Zhao mengumumkan pengambilalihan perusahaan. Dengan senyum dingin, Li Wei mengungkap kebohongannya di depan para pemegang saham dan media. Zhou Zhao hancur, reputasinya tercoreng, ambisinya musnah. Dia ditinggalkan, sama seperti Xiao Yun dulu.

Li Wei memandang Zhou Zhao dengan tatapan tanpa emosi. "Dulu, kau mengambil nyawaku. Sekarang, aku mengambil impianmu."

Saat Zhou Zhao mencoba memohon, Li Wei berbalik dan pergi. Dia berjalan menuju masa depannya, bebas dari bayang-bayang masa lalu.

Di balkon apartemennya, Li Wei kembali menatap langit Zhuque. Bulan sabit masih lesu. Dia mengusap liontin giok di lehernya.

"Seribu tahun lagi...mungkin baru cukup."

You Might Also Like: Peluang Bisnis Kosmetik Reseller_23

0 Comments: